Jumat, 16 Februari 2024

Ini yang Harus Dilakukan agar Target Gunakan 2 Juta Unit Motor Listrik Terwujud

RoadRide.id – Indonesia memiliki target akan menggunakan 2 juta unit motor listrik pada tahun 2025.

Saat ini tercatat 1 juta motor listrik yang sudah ada di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan ada tiga hal utama yang harus dilakukan untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yaitu membuat baterai dengan kualitas yang baik, memperbanyak tempat pengisian daya atau penggantian baterai, dan meningkatkan kualitas produk kendaraan listrik dalam negeri agar harganya semakin ekonomis namun kualitasnya bagus.

Dia menuturkan jumlah pengguna motor di Indonesia mencapai 133 juta dan ada permintaan per tahun sekitar 5 juta motor.

Baca juga: Begini Tips Sebelum Pasang Aksesoris Mobil

Bahkan sempat sampai 10 juta unit per tahun sebelum pandemi Covid-19.

Tingginya permintaan terhadap sepeda motor tersebut diharapkan bisa mempercepat transisi ke motor listrik.

“Hal ini memerlukan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak seperti Kementerian/Lembaga terkait, Universitas, perusahaan BUMN, serta dukungan sektor industri dalam negeri,” ungkap Menhub Budi Karya Sumadi seperti dilansir di situs Kementerian Perhubungan, Kamis (6/10/2022).

Kemenhub mencatat per 3 Oktober 2022 telah terdapat sebanyak 28.188 unit kendaraan listrik berdasarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) yang terbit.

Baca juga: Ini yang Menyebabkan Spooring dan Balancing Vital untuk Mobil

Kendaraan tersebut terdiri dari 22.942 unit kendaraan roda dua (22.833 unit kendaraan roda dua, 109 unit kendaraan roda dua hasil konversi), 4.904 kendaraan penumpang roda empat, 280 unit kendaraan roda tiga, 56 unit bus, dan enam unit mobil barang.

Menhub menjelaskan, untuk mendorong implementasi kendaraan listrik, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan peta jalan (roadmap) Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Kebijakan roadmap KBLBB, baik untuk kendaraan operasional pemerintah dan angkutan jalan telah ditetapkan dari tahun 2021 sampai 2030, yang dikoordinatori oleh Kemenkomarves,” pungkas Menhub Budi Karya. ***

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

- Advertisement -

Stay Connected

0FansSuka
201PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
21,500PelangganBerlangganan

BERITA TERBARU

POPULER