Kamis, 11 April 2024

Ayo Kenali Teknologi Kendaraan Bermotor Listrik

RoadRide.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi populasi mobil listrik di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 125.000 unit, dan motor listrik mencapai 1,34 juta unit.

Meningkatnya populasi kendaraan listrik ini seiring dengan berkembangnya tren penggunaan kendaraan listrik di dunia.

Diperkirakan sampai akhir tahun 2020 ada sekitar 10 juta mobil listrik yang mengaspal di dunia.

Tren pemakaian mobil listrik ini diprediksi akan terus meningkat dan semakin tinggi.

Baca juga: Fitur Cruise Control Bikin Nyaman Berkendara All New Ertiga Hybrid

Dalam perkembangannya, teknologi elektrifikasi pada mobil atau kendaraan bermotor listrik (KBL) memiliki berbagai jenis.

Masing-masing memiliki karakter dan cara kerja tersendiri.

Setiap “spesiesnya” pun mempunyai kelebihan serta kekurangan jika dibandingkan dengan sesama rumpun kendaraan bersistem elektrifikasi ini.

Ayo kita kenali apa saja mereka tersebut.

Baca juga: Citroën Rilis Mobil Konsep Terbuat dari Karton

Battery Electric Vehicle (BEV)

Sesuai namanya, BEV hanya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga penggerak motor listrik di roda, sehingga membutuhkan fasilitas charging untuk pengisian daya listrik.

Ditinjau dari tingkat emisi, kendaraan ini memiliki gas buang yang paling rendah emisinya hingga nol karena tidak menggunakan mesin bermotor bakar.

Namun demikian penggunaan BEV akan memberikan dampak lingkungan yang maksimal jika sumber pembangkit listrik menggunakan energy baru terbarukan (EBT)

BEV bisa sangat tergantung infrastuktur pengisian listik (charging station).

Baca juga: Ini Keistimewaan Metropod, Buatan Anak Bangsa

Penggunanya akan sangat nyaman apabila semua fasilitas pendukung utama ini telah banyak tersedia.

Namun sebaliknya, apabila berada di daerah yang minim akan stasiun pengisian listrik maka penguna mobil ini harus berstrategi dan mampu memperhitungkan pemakaian daya mobilnya dengan baik.

Di atas kertas BEV lebih ekonomis dibandingkan sistem hybrid, utamanya dalam hal perawatan.

Karena mobil ini tak perlu ganti oli mesin, oli transmisi maupun hal lainnya, sedangkan motor listriknya bisa dikatakan maintenance free.

Baca juga: Cara Berkendara yang Tepat agar BBM Lebih Hemat

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

- Advertisement -

Stay Connected

0FansSuka
201PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
21,600PelangganBerlangganan

BERITA TERBARU

POPULER